Assalamualaikum wr.wb.. akhi wa ukhti fillah, Selamat Datang Di Blog Lingkar Siswa Khatulistiwa... Save Our Young Generation

Selamat Datang Di Blog LPSI-LSK

Assalamualaikum..... sobat semuanya dimanapun berada......
Selamat datang di blog Lingkar Siswa Khatulistiwa.
Organisasi ini berawal dari Forum Lingkar Siswa (FLS) yang bergerak menyentuh pembinaan moral pelajar sekolah menengah atas (SMA & Sederajat) di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sekarang FLS yang telah berkembang berganti nama menjadi Lembaga Pembinaan Siswa Islam Lingkar Siswa Khatulistiwa (LPSI-LSK) hadir di tengah-tengah insan pendidikan guna mempersiapkan generasi terbaik menjawab tuntutan perubahan dan perkembangan jaman menuju masa depan. ck.ck.ck
lembaga ini mempunyai motto: Save Our Young Generation!


Galang Dana Pelajar Untuk Prestasi Masa Depan :
Transfer via Rekening
a.n. Dewi Sukmawati QQ LPSI-LSK
BSM No. 0257051281


Untuk Keterangan Lebih Lanjut
hub. : 08125782632

Dokumentasi Kegiatan LSK

Jumat, 01 Mei 2009

Seribu Nasehat

Oleh : Kanada Kurniawan (Manajer Divisi PSDM LSK)


Selesai sholat magrib di masjid, saya langsung pulang ke rumah. Udara yang panas semakin bikin pengen cepat mandi karena udah telat banget. Tapi begitu memasuki ruang keluarga terdengar suara musik yang saya tau pasti berasal dari televisi yang tetap menyala selama jam sholat magrib, tanda umy lupa matiin TV. Sepertinya acara musik, karena terdengar suara orang yang lagi nyanyi. Sekilas tertangk

ap oleh telinga bait liriknya yang berbunyi :
Ribuan nasehat bla.. bla… bla… gitu deh

Nangkepnya cuma satu baris aja hehe, tapi yang jelas yang nyanyiin lagu si Opi Andaresa. Nah sejenak saya jadi menunda untuk mandi karena terfikir beberapa hal tentang bait yang barusan.


Sungguh beruntung jika ada orang yang dapet ribuan nasehat dari orang-orang di sekelilingnya. Andaikan saya bisa jadi orang seperti itu mungkin akan jadi sangat bahagia. Bayangin aja jika ia dapet seribu nasehat, berarti paling ngga orang tersebut punya 333 orang yang peduli terdapat dirinya dan kepedulian itu diwujudkan dengan usaha untuk membantu minimal berupa nasehat, ya ngga? Kenapa 333 orang? Karena saya fikir satu orang ngga akan ngasi nasehat lebih dari tiga kali. Nah beruntung banget kan punya 333 orang yang perhatian?

Pertanyaannya, berapa banyak kita dinasehati oleh orang di sekitar kita ? 1000, 100, 10, 1 orang atau malah ngga ada?

Saya hari ini baru dapet dua nasehat dari dua orang berbeda. Sungguh bahagia rasanya dinasehati. Ya mungkin karna nasehatnya ngga bikin bete juga sih hehehe, karena disampein dengan cara yang baik. Terlepas dari semua itu, saya jadi terfikir gimana ya supaya orang ngga segan atau enggan nasehati kita.

Menurut pengalaman orang akan ogah nasehati kita kalo kitanya ngga nerima nasehat dengan lapang dada. So biar banyak mendapat nasehat sebaiknya kita belajar untuk dengerin nasehat apapun yang disampein walau terasa pahit. Ya walaupun mungkin rada susah tersenyum kalo nasehatnya pahit, minimal kita ngga nunjukin rasa ngga seneng ma nasehat itu.

Lalu kita juga bisa mengucapin terimakasih yang disampein dari hati yang paliiiiing dalem kalo ada orang yang nasehati kita. Nah yang ini, bahkan bisa bikin orang yang nasehati kita tersenyum. Selain kita dapet nasehat, kita juga bisa bikin orang yang nasehati kita tersenyum, wah bagus banget kan? Ucapan terimakasih memang dahsyat.

Kemudian jika ternyata nasehat yang diberikan kepada kita mampu menjadi solusi atas masalah yang kita hadapi, kita juga bisa mengucapkan terimakasih yang kedua kalinya kepada si pemberi nasehat. Ini bakal bikin ikatan hati yang semakiiiiiin kuat antara kita dan pemberi nasehat.

Dan kita juga bisa lho meminta nasehat dari orang lain. Dari pengalaman pribadi, ternyata semakin banyak nasehat semakin bikin fikiran kita terbuka tentang banyak hal. Walaupun nasehat itu disampein oleh orang yang tak disangka sangka. Bahkan justru biasanya kita bakal denger hal hal yang baru tentang diri kita jika kita minta nasehat dari semakin nbanyak orang. Tapi ingat, siapin aja saringan tuk nasehat-nasehat itu karena blum tentu juga semua nasehat itu bagus buat diterapin.

Efek sampingnya, kita bisa dinilai rendah hati hehehe. Tapi ingat ya itu bukan tujuannya, ntar malah ngga ikhlas bro.

Dan terakhir tentunya kita juga mesti blajar ngasi nasehat yang baik baik buat banyak orang. nasehat yang ngga bikin bete, nasehat yang bikin kita tersenyum nasehat yang nyejukin hati dan yang pasti adalah nasehat yang benar bukan yang ngasal aja.

Nah mudah mudahan dengan ini semua, semakin banyak orang yang rajin ngasi nasehat buat kita dan itu berarti semakin banyak yang perhatian ma kita. Wokeh

Segini dulu ya, semoga aja tulisan ini bermanfaat.

Read More ..

Selasa, 28 April 2009

MENGURAI BENANG MASALAH

by : didi_ghifar@yahoo.com





“Pussiiinnggg!!!!!” Beberapa waktu lalu sms dengan bunyi seperti ini saya kirimkan buat seseorang yang kebetulan menanyakan suatu masalah disaat yang tidak tepat (hayoo..siape ye yang ngerase), mungkin kita sangat sering mengalami kejadian seperti tadi. Merasa tertekan dengan banyaknya amanah yang harus diselesaikan, waktu yang terbatas, dan hadirnya “ganguang-gangguan” baru yang menambah mumet kepala, sekecil apapun gangguan itu. Hasilnya ? sebuah reaksi yang sebenarnya tidak harus diselesaikan secara tidak realistis dan tidak pada tempatnya (maksudnya kita yang punya masalah, orang lain yang terkena imbas nya). Karena mungkin penyebab masalahnya tidaklah serumit apa yang kita pikirkan. Hanya saja kita tidak menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikannya.
Masalah ? siapa yang tidak pernah punya masalah…? Semua orang pasti pernah merasakannya, dan…umumnya kita merasa masalah yang kita hadapi adalah yang paling berat dibandingkan dengan masalah orang lain. Dramatisasi masalah inilah yang kadang menimbulkan masalah baru
Saya teringat dengan sebuah pelatihan yang saya ikuti sewaktu masih kuliah dulu. Saat itu peserta dibagi dalam kelompok2 kecil yang terdiri dari 4 – 7 orang, dan diberikan sebuah gulungan benang wol yang sudah dibuat kusut sebelumnya. Setiap kelompok diberi tugas untuk mengurai kekusutan benang itu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (proklamasi x…). Walhasil, semuanya sukses! ada yang sukses memecahkan misteri gulungan benang, dan ada yang sukses membuat gulungan benang itu makin kusut

Setelah beberapa tahun berlalu, saya mendapatkan ilmu baru dari pengalaman tadi (duh…lemot amat ya belajarnya), begini kira-kira yang saya tangkap :
1. Saat pertama kali kita punya masalah, besar ataupun kecil, usahakan kita tahu penyebab/sumber nya (kalau dalam kamus “per benang an”, bahasanya ujung pangkal ). Semua masalah pasti ada penyebabnya. Semakin cepat kita mengetahui sumbernya, semakin mudah kita mengurai benang itu.
2. Temukan “simpul-simpul keruwetan”.
Gulungan benang ibarat kehidupan kita. Dan simpul-simpul kusut itu ibarat masalah. Tak semua sisi kehidupan kita terdiri dari simpul-simpul masalah. Simpul itu mungkin hanya beberapa. Tapi karena kita tak jeli melihatnya, kita anggap bahwa satu gulungan itu masalah semuanya.
3. Buat list permasalahan.
Tuangkan semua permasalahan yang sedang kita hadapi dalam point2 singkat. Setelah dihitung, kemungkinan besar masalah itu jumlahnya tidak terlalu banyak. Hanya saja bagi beberapa orang (terutama kaum hawa), sering terjadi sinetronisasi masalah (ini lebih panjang episodenya daripada dramatisasi). Akibatnya masalah yang sebenarnya gak banyak, gak ribet, dan gak penting untuk dipikirkan jadi panjaaaang…dan lamaaaa…
4. Temukan team yang tepat untuk membantu menyelesaikan masalah. Tak semua masalah harus ditanggung sendiri, begitu pun sebaliknya. Tak semua masalah harus dibagi dan diceritakan kepada orang lain. Tergantung kebutuhannya. Jika memang masalah itu dapat diselesaikan dengan lebih baik jika ditangani oleh lebih dari satu orang, temukan orang yang tepat untuk membantu menguraikannya, jangan justru sebaliknya orang tersebut malah membuat gulungan benang tersebut makin kusut
5. Masalah = hadiah
Banyak orang yang menafsirkan mencoba menafsirkan fungsi dari masalah ; ahli manajemen mengatakan bahwa masalah dapat melatih seseorang memanajemen waktu dan diri mereka; para motivator mengatakan masalah dapat membuat seseorang memiliki kepribadian dan semangat yang lebih baik, dan Allah punya bahasa indah untuk kita :

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?.dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(Q.S. Alam Nasyrah : 5-6)

Ikhwah fillah…kita pasti sadar betul bahwa masalah adalah sarana yang sangat efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika kita terbuai dengan kenikmatan yang tanpa henti yang diberikan Allah pada kita, perlahan tapi pasti terkadang kita semakin menjauhkan diri pada Allah. Mungkin Allah cemburu pada sikap kita. Karena itulah Allah memberikan kita masalah. Sebagai hadiah pada hamba-Nya yang lupa. Supaya ibadah kita bisa lebih khusyuk, agar doa kita tulus keluar dari hati, agar tak ada lagi hantu-hantu yang menjelma menjadi Tuhan dalam diri.
Di beberapa riwayat diceritakan bahwa para shalafus shalihin banyak yang bersedih hati ketika dirinya tak kunjung mendapatkan masalah atau ujian dari Allah. Mereka berfikir, “apakah Allah sudah tidak sayang lagi pada ku, sehingga tidak memberiku masalah ??’
Jadi tak perlu risau dengan masalah. Karena itu adalah hadiah. Semakin besar masalah artinya semakin besar kepercayaan dan sayang Allah pada orang tersebut. Setiap satu kesulitan yang Allah berikan, ada 2 kemudahan sebagai Imbalannya. Skenerio yang luar biasa bukan? Iyalah…siapa dulu yang membuat… Allah gitu loh…

Well, udahan ya. Mau belajar menjelang mid ntar malam. Semoga teman2 tetap semangat sesulit apapun tantangan yang ada didepan. Yakinlah bahwa masalah itu adalah sebuah sunatullah. Orang2 di luar sana juga pasti memilikinya. Tetapi bagi orang yang diberi Allah hidayah, masalah itu akan terasa indah, Insya Allah…amin ya Rabbal A`lamin (duh…jadi malu karena gak pernah diberi masalah berat sama Allah )

Read More ..

Selasa, 31 Maret 2009

SAVE OUR BODY !!!

By : Diana Sari (Staff LSK yang Paling Menginspirasi)



Assalamu`alaikum ikhwah fillah…..senang bisa menyapa antum semua. Pernah dengar kata2 ini sebelumnya? ”SAVE OUR BODY”. Mungkin gak se popular kata-kata save our planet atau save our young generation (ini kata2 paling popular di LSK). Wajar aja kalo gak tau. Bukan berarti antum gak gaul. Tapi emang baru mau dipopulerkan sekarang
Ada apa dengan our body? Kenapa harus diselamatkan ? sepertinya biasa-biasa aja ya. Masih bisa “dipake” buat kerja rodi sehari semalam.ane punya beberapa alasan untuk mengangkat tema ini :
1. Coba deh sekali-kali kita melakukan uji kesehatan sederhana untuk mengetes tingkat kesehatan kita. Misalnya : ukur denyut nadi dipergelangan tangan kita. Kalo kondisi tubuh kita lagi fit, nadi nya berdenyut 60-80 x per menit

2. 70% tubuh kita terdiri dari cairan (udah tau dong iklannya), nah bayangkan kalo cairan yang seharusnya jumlahnya segitu ditubuh, tak bisa terpenuhi hanya karena kita malas minum. Lalu tubuh dapat cairannya dari mana coba? Pinjam dari tetangga? Kekurangan cairan inilah yang ternyata dapat menimbulkan banyak penyakit baru disebabkan ketidakseimbangan ditubuh kita.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”
Q.S. Al-Mulk : 3

Berapa banyak sebaiknya kita minum AIR PUTIH setiap hari ? (air putih loh…pelarut. Bukan air yang ditambah zat terlarut seperti teh, susu, es mamang, dll) menurut ahli kesehatan (bukan ane loh), kebutuhan air putih dapat diukur dari berat badan kita. Rumusnya : berat badan x 0,05 liter air. Misalnya berat badan kita 50 kg, maka air putih yang harus diminum minimal 2,5 liter/hari

3. Jujur aja deh…dalam sebulan ini berapa kali kita mengeluhkan sakit? Sepertinya ane akhir-akhir ini sangat sering mendengar banyak yang “bertumbangan”… padahal saat sedang sakit, sebenarnya “our body” sedang mengirim sms pada kita. Gini kira-kira bunyinya: “friend, please dong perhatiin juga gue, jangan dipake aja terus”.
4. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar kita, seperti doa yang minimal 17 x kita lantunkan pada Allah : “Ihdinassirathal mustaqim, tunjukilah kami jalan yang lurus”. Menurut ane, menjaga milik/ciptaan Allah, yaitu tubuh ini adalah bagian dari hidayah yang Allah berikan pada kita., yaitu jalan yang lurus (benar) yang dikehendaki Allah. Benar penggunaannya, benar pemanfaatannya. Sehingga ketika suatu saat nanti ketika kita ditanya Allah, kita punya jawaban yang benar atas semua fasilitas yang Allah titipkan untuk kita saat ini
5. Seberapa banyak kita mengikuti pola makan rasulullah???? Let`s check it out;

pola hidup sehat Rasulullah yang digambarkan oleh Prof. Dr. Mustofa Romadhon berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, adalah sebagai berikut :
• Beliau bangun sebelum subuh untuk Qiymul lail, sehingga asupan awal ke tubuh beliau adalah udara sepertiga malam terakhir. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara pada waktu ini sangat kaya akan oksigen, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh, yang berpengaruh terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya sehari penuh. Itulah sebabnya orang yang yang memulai aktivitas dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimis.
• Di pagi hari, Beliau menggunakan siwak untuk kesehatan mulut dan giginya. Siwak mengandung fluor alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Saat ini, ekstrak siwak dapat kita temui dalam pasta gigi, sehingga mudah untuk kita gunakan
• Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin dicampur sesendok madu asli yang luar biasa khasiatnya. Dalam Al-Quran, madu merupakan syifaa(obat) isim nakhiroh(menyeluruh) atas berbagai penyakit. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
• Masuk waktu dhuha(pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah pernah bersabda, “ Barang siapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”.
• Menjelang sore hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya, diantaranya : mencegah lemah tulang, mencegah kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, melancarkan perncernaan, dll.
• Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran mengandung zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.
• Setelah makan, Beliau tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas dahulu sehingga makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Rasulu pernah bersabda, “cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan sholat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” (HR. Abu Nu’aim dari Aisyah r.a)
• Beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi Beliau tidak rutin mengkonsumsinya antara lain : tsarid (campuran roti daging dengan kuah air masak), buah yaqthin (labu air), buah anggur, dan hilbah (susu).
• Rasulullah sering menyempatkan diri berolahraga, terkadang sambil bermain dengan anak dan cucunya. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh
• Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Beliau tidak menyukai berbincang dan makan sesudah waktu isya. Beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Karena istirahat yang cukup, seperti tidur yang merupakan hak tubuh, dibutuhkan oleh tubuh.
• Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah melakukan idkhol at thoam ‘ala thoam (makan lagi sesudah kenyang). Prof. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab’u (kenyang) bukanlah al imtila’ (memenuhi perut dengan makanan. Kenyang yang sebenarnya adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya sesuai dengan proporsi dan ukurannya
• Berdasarkan riwayat, Aisyah r.a. pernah mengatakan, “ Dahulu Rasulullah saw tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya makanan dalam perut telah melahirkan bermacam penyakit. Untuk itu, sangat penting bagi kita dalam mengkombinasikan makanan (food combining) dengan baik.
Gimana ikhwah fillah ??? sudahkah kita mencoba resep Rasulullah? tawaran hidup sehat ala Rasulullah diatas sebenarnya bukan alternative loh. Tapi solusi utama yang seharusnya jadi referensi pertama kita. Kalo antum baca cerita kaum yahudi dalam membuat pola makan mereka, sebagian besar mereka mengikuti pola Rasulullah loh, dan kita? So… selamat datang air putih, madu, sayur. Say good by to bakso ^-^ .(Wallahu`alam bi showab)

Read More ..

Sabtu, 28 Maret 2009

Rujukan – Tempat Bertanya Dan Berbagi

Oleh : Kanada Kurniawan (Manajer Divisi PSDM LSK)

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Kemarin dalam rapat divisi SDM ada suatu topik yang menarik, yaitu tentang rujukan. Kita bukan bicara rujukan dalam bentuk buku atau literatur, dan bukan pula surat rujukan rumah sakit tentunya. Rujukan yang dimaksud adalah suatu tahap kepribadian seorang. Yaitu ketika orang orang disekitar kita, tak perduli baik itu keluarga, sahabat, rekan kerja maupun teman kuliah, memberikan kepercayaan kepada kita sebagai tempat bertanya, tempat berbagi (baca: curhat), tempat meminta pertolongan untuk menyelesaikan masalah mereka.
Trus emangnya kenapa? Emang penting?
Yah lumayan pentinglah…
Tapi bisa jadi penting banget, tergantung cara kita memandangnya. Mungkin kita udah pada hapal julukan julukan yang disandang oleh Nabi Muhammad. Salah satunya adalah Al Amin. Nah bicara tentang julukan beliau ini, maka kita juga akan bicara tentang perkara rujukan. Karena apa? …..
Tentu karena gelar Al Amin ini diberikan kepada beliau, salah satunya disebabkan beliau mampu menjadi rujukan oleh banyak orang. Beliau dipercaya menyelesaikan berbagai masalah. Beliau pun telah mampu menjadi teladan utama dikalangan bani Quraisy bahkan sebelum Islam datang.
Maka dari itu, sebagai pengikut beliau, kita harus “ngikutin” juga kan sunah yang satu ini. Paling ngga kita berusahalah untuk jadi seperti beliau. Kita harus berusaha menjadi tempat bertanya untuk banyak orang.
Oke, oke, tapi caranya gimana?
Nah, untuk jadi tempat bertanya bagi banyak orang tentulah kita harus memiliki pengetahuan yang lebih banyak dari orang lain. So teruslah menimba ilmu, perbanyak membaca dan mendengar nasehat serta mengambil hikmah dari setiap kejadian. Agar Allah mencurahkan ilmu-Nya kepada kita.
Kemudian
Dalam rangka untuk menjadi rujukan kita juga mesti belajar banyak mengenai menjaga kepercayaan. Kita mesti pandai-pandai menjaga lisan, karena biasanya kepercayaan akan timbul kepada seseorang jika orang tersebut cakap menjaga lisan, bagus tutur katanya, tidak menyinggung bahkan mampu membuat kita merasa nyaman berdiskusi dengannya.
Dan yang utama adalah jangan suka ngegosip. Kalau bahasa Islamnya Ghibah yaitu kita membicarakan seseorang, yang apabila orang itu mendengarnya maka ia membenci pembicaraan tersebut. Terlepas pembicaraan kita itu bener apa engga yah. Jika benar maka namanya ghibah, tapi kalo salah bisa jadi fitnah lo.
Kemudian kebiasaan untuk mendengar keluh kesah orang lain juga jadi hal yang diperhitungkan. Karena pada sebagian orang, membagi masalah aja sudah cukup jadi obat yang mujarab untuk mengurangi beban masalah yang ditanggungnya. Bahkan tanpa memperoleh solusi sedikitpun dari kita. Maka dari itu sebagian besar problem solver memiliki kemampuan mendengar (dalam arti luas) yang sangat baik.
Dan terakhir adalah tempat meminta pertolongan. Eit jangan salah sangka dulu, yang namanya meminta pertolongan tetep aja sama Yang Maha Penolong, Penguasa Semesta Raya bukan ama manusia.
Tapi yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan kita menebar rahmat Allah dengan cara memberikan pertolongan untuk orang lain.
Iya deh, tapi tetep aja susah
Iya memang sebagian orang menganggap memberi pertolongan itu susah tapi mana ada sih jalan menuju kebaikan yang mudah hehehe. Karena itu perlu membiasakan diri melakukannya. Mulai dengan hal kecil seperti bersedekah dan selalu berusaha berwajah ceria jika bertemu sahabat.
Tahap selanjutnya, tergantung tahapan pembiasaan ini. Jika kita sudah terbiasa, ya udah deh semuanya jadi terasa semakin ringan setiap harinya.
Biar ngga susah susah evaluasi, coba deh jawab beberapa pertanyaan ini :
1. Seberapa sering orang tuamu menanyakan pendapatmu sebelum membuat keputusan penting dalam keluarga ?
2. Seberapa sering orang lain berbagi rahasia pribadinya atau bahkan aibnya kepadamu ?
3. Seberapa sering kamu dengan kesadaran yang tinggi mencoba membantu menyelesaikan orang lain?
Nah mungkin itu aja sih beberapa hikmah yang dapat dipetik hari ini. Semoga aja dengan membacanya kita dapat mengambil manfaat yang banyak ya. Sekian dulu
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Read More ..

Rabu, 18 Maret 2009

Kasih Sayang Seperti Mentari

Oleh : Iman Santosa (staff Divisi Program LSK)

Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia


Lagu di atas mungkin sudah sering kita dengar. Sebuah lagu anak yang sangat popular. Terdengar sederhana memang, namun jika kita renungkan dan coba selami maknanya, akan kita temukan sebuah pesan indah bagi kita semua.
Begitulah cinta seorang ibu. Sehingga tidak pernah salah pepatah yang mengatakan kasih anak sepanjang galah, tapi kasih ibu sepanjang jalan. Karena cinta dan kasih seorang anak selalu dapat di ukur. Ia bisa dikalkulasikan dalam hitungan-hitungan materi. Ia berbatas dan putus. Tetapi tidak demikian cinta seorang ibu. Ia akan mengalir sepanjang jalan. Sepanjang kehidupan masih berjalan. Bahkan terkadang melampaui batasan-batasan waktu dan usia.
Seorang pemuda menemui khalifah Umar bin Khatab. Ia adalah pemuda yang soleh. Begitu mencintai ibunya. Di gendongnya ibunya yang lumpuh itu kemanapun sang ibu ingin pergi. Dibersihkannya ibunya tersebut dari semua hadast. Disuapinya sang ibu dengan makanan yang terbaik yang ia miliki. Diperlakukannya ibunya tersebut dengan penuh kasih. Dan semuannya ia lakukan dengan penuh ikhlas. Semuanya dilakukan karena rasa cintanya pada sang ibu dan hanya mengharapkan ridho Allah. Namun entah apa yang mendorongnya hari itu bartanya kepada Umar : “Apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku?”
Umar bin Khatab lalu menjawab : “Tidak! Tidak cukup! Karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu.”
Demikianlah, tidak ada kata cukup untuk membalas cinta seorang ibu. Tidak ada budi yang sepadan dengan kasih sayang yang diberikan ibu kita. Karena cintanya berasal dari pertaruhan. Cinta yang lahir diantara hidup dan mati. Ia lalu tumbuh dalam harapan dan do’a.
Tidaklah heran jika kemudian posisinya begitu istimewa. Kewajiban mencintai orang tua dan berbuat baik kepadanya, di turunkan oleh Allah persis setelah perintah tauhid. Keridhaannya selalu berimbas pada keridhaan Allah.
Ibu adalah sosok manusia yang paling pantas mendapat cinta kasih terbaik kita. Sebab kita semuanya mengerti bahwa yang sekarang mengalir di urat nadi kita adalah juga darahnya. Didalamnya terangkum begitu besar pengorbanan dan cinta. Maka sudah seharusnya, jika cinta kepadanya kita letakan di tempat yang tinggi. Lebih dari cinta kepada ayah, saudara, istri dan orang-orang lain yang kita kasihi. Letaknya hanya setingkat dibawah cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Bukanlah benda yang dianggap keramat seperti pohon, batu, keris dan kuburan tempat untuk meminta dan memohon do’a. Semuanya itu tidak mengabulkan apa-apa. Karena di dunia ini tidak ada yang lebih keramat dari pada do’a seorang ibu. Karena do’anya langsung terdengar kelangit ketujuh. Karena do’a seorang ibu selamanya terkabul. Dan kita semua maklum, karena memang cinta seorang ibu pada anaknya sangatlah sempurna, makanya wajar jika do’anya juga terkabul begitu sempurna.

Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia.

Kasih ibu memang seperti mentari. Ia abadi, tidak punya sekat dan batas. Tanpa jeda dan spasi. Cintanya punya satu perhentian saja, yaitu ketika Allah sudah menyuruhnya berhenti.

Read More ..

Hhh..Cinta..lagi-lagi..

Oleh : Lisa Listiana (manajer Divisi Program LSK)


Masalah klasik yang selalu jadi hantu..

maksudnya menghantui gitu..

Salah satu adek saya cerita, tentang kedekatannya dengan seseorang (baca: lawan jenis)..hmm..sebenarnya inilah masalah yang selalu ingin saya hindari (baca: atasi).. Cinta terhadap lawan jenis - yang notabene belum halal - menjadi masalah/momok .. Yang terus terjadi..terus berulang..terutama diusia-usia remaja, apalagi SMA..


Ya..gak normal namanya kalo gak pernah jatuh cinta..


Untuk manusia yang sudah menyelami dunia tarbiyah pun masih saja sering terjebak (seperti yang sudah dibahas secara tegas, lugas dan terpercaya (ciee..) oleh saudara saya)

Nah, untuk adek-adek yang belum bisa menyatakan komitmennya terhadap dakwah..tentu cara dan kebijakan untuk mengatasinya akan berbeda..

Mau diinstruksikan untuk segera melupakannya, tentu sulit bagi mereka, yang ada malah mereka akan mulai menjauhi kita karena sikap anti dan defensif kita terhadap hal yang berbau VMJ membuat mereka alergi..

Akhirnya saya coba memposisikan diri sebagai adek saya itu..sehingga yang saya sarankan kepadanya adalah..



Pertama, berhenti atau paling tidak, mengurangi kontak dg si dia, mulai memilah dan memilih, mana sms yang perlu direspon..mana yang gak perlu dan gak penting-penting amat untuk dibalas

Kedua, cari kesibukan sebanyak mungkin..agar fokus nya pun teralihkan ke hal-hal yang lebih bermanfaat

Ketiga, menahan diri dari memulai kontak dengan si dia..yah..walaupun sakit..tapi pasti bisa dan harus bisa..

Mendengar beberapa hal tersebut, adek saya itu malah hampir menangis..

Hmm.. Jadi bingung saya v_v'



Terakhir, saya bilang..

"Jangan menangis dek..

sabar..

Allah akan menggantikan rasa sakit itu dengan hadiah yang jauuuh lebih indah.."

Akhirnya dia pun mulai tenang..



Hh..cinta-cinta…

Semoga Allah menunjukkan kepada kita semua arti cinta yang sebenarnya dan memahamkannya kedalam dada kita..karena percuma..kita tahu..tapi tidak paham kenapa kita harus melabuhkan cinta hanya untuk Nya dan hanya karena Nya..

Dan semoga..

Allah mengilhamkan hati-hati kita untuk hanya mencintai Nya saja..karena, mahabbatullah itu karunia..hadiah dari Allah..gak bisa asal di dapat..gak bisa, dengan mengatakan "Aku cinta Allah" tanpa benar-benar diresapi didalam dada, karena itu akan jadi bohong.. just lips service..



Lagi-lagi..

Allah mentaujih saya lewat masalah orang-orang yang ada disekeliling saya..

Akhirnya, saya mendapat jawaban dari sinyal-sinyal yang Allah berikan lewat orang lain..dan memang..harus kita sendiri yang mencari jawaban itu, karena sebenarnya..setiap pertanyaan..telah Allah jawab..

Tinggal kita sendiri, yang sadar ato nggak..

Wallahua'lam bishowab..

Read More ..

Jihad Seorang Ibu

Rasulullah SAW bersabda, ''Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di medan jihad.'' (HR Bukhari dan Muslim). Pada dasarnya, Islam telah memberikan keistimewaan kepada para istri untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan surga-Nya kelak, para istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas. Tetesan keringat mereka di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan perang.

Menjadi ibu rumah tangga kedengarannya memang sepele dan remeh, hanya berkecimpung dengan urusan rumah dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali kebaikan dan hikmah yang dapat diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi terbesar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.

Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat keuletan dan ketulusan ibu jualah bermunculan generasi-generasi berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ''Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, kebanyakan wanita modern saat ini tidak menyukai aktivitas rumah tangga. Mereka lebih bangga bekerja di luar rumah karena beranggapan tinggal di rumah identik dengan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan ekonomi. Maka, jadilah peran ibu di rumah dianggap rendah, dan tidak sedikit ibu rumah tangga yang malu-malu ketika ditanya apa pekerjaannya.

Meskipun seorang wanita tidak bekerja setelah lulus sarjana, ilmunya tidak akan sia-sia, sebab ia akan menjadi ibu sekaligus pendidik bagi anak-anaknya. Kebiasaan berpikir ilmiah yang ia dapatkan dari proses belajar di bangku kuliah itulah yang akan membedakannya dalam mendidik anak. Seorang ibu memang harus cerdas dan berkualitas, sebab kewajiban mengurus anak tidak sebatas memberi makan.

Ia harus mampu merawat dan mendidik anak-anaknya dengan benar, penuh kasih sayang, kesabaran, menempanya dengan nilai dan norma agama agar sang anak mampu menghindar dari pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang merusak akal dan akhlaknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu yang cerdas.



Republika, 21 April 2008
Oleh : Siti Yuliati

Read More ..